Personal Blog || Inspirasi | Imajinasi | Kreasi | Informasi | Pendidikan ||

Monday, 4 April 2016

Raih 19 Gelar dalam Waktu 13 Tahun, Pria Indonesia ini Disanjung Dunia ....

Welin Kusuma Peraih 19 Gelar dalam 13 Tahun - Indonesia memiliki banyak sekali anak bangsa yang mempunyai prestasi gemilang dan tidak kalah dengan negara-negara maju, jika kamu befikir bahwa anak bangsa Indonesia itu bodoh, maka kamu salah besar bro.
www.income-syariah.com/?id=rithooTahukah kamu, di Indonesia ada seorang pemuda yang tengah menjadi sorotan media Internasional karena prestasi yang diukirnya, dia merupakan putra Makassar, yaitu Welin Kusuma. Kerennya, Welin mampu meraih 19 gelar hanya dalam waktu 13 tahun, atas pencapaiannya itu, welin masuk dalam pemberitaan Weird Asia News. Foto serta kisahnya mendapatkan 19 gelar pendidikan dan profesi tersebut dipampang dalam berita media Asia tersebut tertanggal 19 Juli 2013.
Adapun 19 Gelar yang didapatnya itu terdiri dari 8 gelar sarjana (S1), 3 gelar master (S2), dan 8 gelar pelatihan profesional. Bila namanya ditulis beserta gelarnya menjadi: Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.
Welin mengaku kesulitan untuk menulis nama beserta gelarnya. Tapi ia bangga bisa menorehkan namanya bersama gelar-gelar tersebut meski memakan panjang tulisan hingga 2 baris. Wow gak capek ya bro? :D
Banyak sekali orang yang heran dan tidak percaya bagaimana Welin bisa mendapatkan gelar itu dalam waktu singkat. Pada usia 33 tahun, Welin sudah memiliki 19 gelar. Sugoiii!
Sejatinya untuk mendapat gelar S1 butuh waktu minimal 4 tahun, S2 minimal butuh waktu 2 tahun. Tapi Welin bisa mendapatkan 19 gelar dalam waktu 13 tahun.
http://www.UangProfit.com/?id=subhanallah

Kelas Paralel

Lalu bagaimana caranya Welin mendapatkan semua itu? Jawabannya adalah kelas paralel. Pria kelahiran 8 Maret 1981 ini mengambil kuliah di beberapa universitas sekaligus.
Belajar dari satu kampus ke kampus lain setiap harinya. Sangat sulit memang. Apalagi saat banyak jadwal mata kuliahnya bentrok dengan kampus lainnya.
Bahkan akibat jadwal tumpang tindihnya itu, ia ditegur pihak kampus untuk mengambil waktu kuliah lebih lama dari biasanya.
Namun Welin tak patah arang. Ia tetap bersemangat dan menjalani semuanya demi menggapai mimpinya: menjadi seorang konsultan dengan banyak perspektif ilmu.
"Gelar profesional beragam. Ada yang berhubungan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan," ungkap Welin.
Meski demikian, pria ini lebih fokus pada bidang manajemen, di samping belajar hukum dan bidang ilmu lainnya demi membantu kliennya mendapatkan informasi lengkap.

Biaya Sendiri

Welin patut diacungi jempol. Pria tangguh ini tak membebani orangtua untuk mewujudkan impiannya. Ia membiayai seluruh pendidikannya sendiri sejak 2004.
Saat ini, Welin bekerja sebagai konsultan pajak lewat gelar BKP-nya walau sebenarnya juga mumpuni pada pekerjaan lapangan bidang sistem informasi.
Berikut daftar lengkap pendidikan yang pernah ditempuh oleh Welin, seperti yang dimuat blog pribadi Welin, Welinkusuma.blogspot.com.
Gelar pendidikan meliputi:
1. Lulusan SMAN 1 Kendari
2. Sarjana Manajemen Ekonomi (S.E.) besar di STIE Urip Sumoharjo, 2001
3. Sarjana Teknik (S.T.) Universitas Surabaya (Ubaya), 2004
4. Sarjana Hukum (S.H.) Universitas Airlangga 2002
5. Sarjana Administrasi Publik (S.Sos.) Universitas Terbuka (UT) Surabaya, 2002
5. Sarjana Teknik Informatika (S.Kom.) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), 2002
6. Sastra Inggris (S.S.) Universitas Kristen Petra, 2003
7. Sarjana Administrasi Publik (S.AP.)
8. Sarjana Statistik (S.Stat.)
9. Magister Teknik Industri (M.T.) Insitut Teknologi Surabaya (ITS), 2004
10. Master Ilmu Manajemen (M.S.M.) Universitas Airlangga (Unair)
11. Magister Notaris (M.Kn.) Universitas Airlangga (Unair)
Gelar Profesional meliputi:
1. Perencana Keuangan Terdaftar, Indonesia (RFP-I)
2. Pengembang Merek Profesional Bersertifikat(CPBD)
3. Manajemen Produk Profesional Bersertifikat(CPPM)
4. Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP)
5. Afiliasi manajer kekayaan (AffWM)
6. Konsultan Perpajakan Bersertifikat (BKP)
7. Perencana Keuangan Berkualitas (QWP)
8. Sumber Daya Manusia Profesional Bersertifikat (CPHR)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Sumber:  http://www.pedidikanindonesia.com/2016/04/raih-19-gelar-dalam-waktu-13-tahun-pria.html
================================================================
TERBUKTI: Modal 50rb, penghasilan sampai 6jt/bln. Segera daftar, info lebih lanjut 
================================================================
=================================
2 JAM DAPAT 2 JUTA, BACA LENGKAP2 
KLIK DISINI:
============================
 
 
 

Sunday, 3 April 2016

Ketika Ade Armando Nyatakan Al Qur’an dan Hadits Bukan Sumber Hukum....

DALAM pandangan Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Ade Armando, Al Qur’an dan Sunnah adalah biang masalah dan pangkal bencana. Al Qur’an dan Hadits tak bisa dijadikan sumber hukum, karena dinilai terbelakang, tidak relevan dengan masa kini dan dalam kacamata modern.
www.income-syariah.com/?id=rithoo
Pandangan pemikiran Ade ini disampaikan dalam Pidato Kebudayaan yang berjudul “Agama Ideal di Masa Depan” di Pisa Kafe Mahakam, Jl. Mahakam I No.11, Jakarta Selatan, Jum’at (1/4/2016) malam.
Ade memberikan contoh hadits-hadits yang dianggap memiliki tingkat keshahihan tinggi,  “Rasulullah mengutuk laki-laki yang berpakaian seperti wanita dan berpakaian seperti laki-laki”.  Ia juga menertawai hadits yang mengatakan, “Lima Tuntunan Fitrah: khitan, mencukur bulu di sekitar kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, memotong kumis”.
Hadits yang dikritiknya lagi adalah, “Menguap itu dari setan. Maka apabila seseorang di antara kamu menguap, hendaklah ditahannya sedapat mungkin. Sesungguhnya jika seseorang di antara kamu mengatakan ‘ha’ lantaran menguap, tertawalah setan.”
Ade juga protes dengan hadits yang berbunyi, Rasulullah mengutuk pembuat tato dan yang meminta ditato. Kemudian Sabda Rasulullah yang mengatakan, “Neraka diperlihatkan padaku, di sana aku mendapatkan kebanyakan penghuninya adalah wanita yang tidak bersyukur dan tidak berterima kasih kepada suami atas perbuatan baiknya.”
Hadits yang juga ditertawai, “Apabila salah seorang hendak dari kalian sedang shalat, lalu salah satu hendak melewati batas yang ia letakkan, hendaklah ia menghadangnya. Apabila orang itu menolak, hadanglah ia dengan tenaga yang lebih keras.”
Ade juga mempertanyakan sabda Nabi: “Apabila kamu berkata kepada temanmu di hari Jumat, diamlah. Padahal imam sedang berkhutbah, maka sesungguhnya engkaupun salah.” Ade pun terusik dengan hadits, “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istri enggan, sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu Subuh.”
Lebih lanjut Ade tidak menerima, “Laki-laki mana saja yang murtad, maka ajaklah dia (kembali pada Islam), jika ia tidak mau kembali pada Islam, maka bunuhlah ia. Perempuan mana saja yang murtad, serulah ia kembali pada Islam, jika mereka tidak mau kembali, maka bunuhlah mereka.”
Dari beberapa hadits tersebut, Ade Armando berkomentar, “Betapa bermasalahnya hadits untuk bisa dipercaya sebagai hukum yang harus ditegakkan. Kalau dilihat dari kacamata metodelogi ilmu pengetahuan modern, memang tidak pada tempatnya lagi hadits dijadikan sebagai hukum Islam saat ini.”
Kata Ade, harus diubat mindset bahwa hadits adalah hukum, karena hadits pada dasarnya memiliki begitu banyak kelemahan. Hadits penting untuk dipelajari sebagai rujukan, sebagai panutan, sebagai panduan, sebagai catatan sejarah. Namun pada saat yang sama, umat Islam harus sadar bahwa proses pembakuan hadits menyebabkan kita seharusnya tidak memandangnya sebagai kebenaran yang tidak terbantahkan.
“Menurunkan derajat hadits dari hukum menjadi panduan atau sekadar ilustrasi sejarah bisa menjadi penting dilakukan karena banyak sekali bentuk kekerasan atau penindasan HAM, anti demokrasi yang saat ini bersumber dari hadits,” ucap Ade lagi.
Hadits Dianggap Irasional
Dikatakan Ade, masalah yang ditimbulkan ketika hadits-hadits semacam itu dipercaya sebagai bagian dari aturan yang harus dipatuhi oleh umat Islam sampai saat ini. Ajaran itu tidak masuk akal dan tak bermanfaat. “Masa sih setan makan dengan tangan kiri.”
http://www.UangProfit.com/?id=rezeki

Ade memberi contoh, kontroversi LGBT bulan lalu, ketika Tifatul Sembiring menyebarkan hadits dalam akun twiternya, bahwa Nabi Muhammad memerintahkan umatnya untuk membunuh kaum gay. “Bila hadits semacam ini digunakan sebagai hukum, kita bisa bayangkan betapa tidak beradabnya masyarakat yang terbangun dengan hukum seperti itu.”
Ade mengaku tidak anti sunnah dan hadits. Namun untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam, hadits tidak bisa dijadikan hukum. Begitu juga al Qur’an adalah hukum yang diterapkan sepanjang masa. Tapi kata Ade, Allah dan Nabi Muhammad sendiri tidak pernah mengatakan begitu.
“Al Quran itu jelas bukan kitab hukum. Kalau Tuhan menurunkannya sebagai kitab hukum, ya bentuknya tidak seperti Al Qur’an yang kita kenal sekarang. Ade mengajarkan Tuhan seperti ini: Tuhan tinggal menulis, kurang lebih: Inilah hal-hal terlarang dan hukuman yang harus diberikan kepada pelanggar hukum. Atau, tulis saja,  satu, dilarang membunuh orang. Hukum membunuh orang: jiwa dibalas jiwa. Kedua, membunuh bisa dilakukan kalau untuk mempertahankan diri, Ketiga, yang dimaksud mempertahankan diri adalah….”
Ade berucap, Al Quran tidak ditulis dengan cara seperti itu. “Kalau Tuhan memang ingin Al Quran menjadi kitab hukum, tidak masuk akal mengapa Dia menuntut umat manusia mencari-cari sendiri hukum yang dimaksud di antara ribuan ayat yang ada.”
Al Quran Disebutkan Bukan Kitab Hukum
Ade Armando mengatakan, Al Quran bukan kitab hukum. Sebuah teks adalah produk zamannya. Dia mencerminkan kondisi sosial-politik-budaya-ekonomi zamannya. Begitu umat Islam membaca Al Qur’an sebagai kitab hukum, disitu masalah dimulai. Menjadikan isi Al Qur’an sebagai hukum yang harus ditegakkan sepanjang masa, dianggap keliru.
Keliru, karena kata Ade, ketika itu Tuhan sedang berbicara kepada komunitas barbar di jazirah Arab yang mayoritas penduduknya buta huruf, tidak menghargai intelektualitas, sangat patriarkis, memercayai perang fisik sebagai cara untuk menyelesaikan pertikaian dan memperoleh kekuasaan, memiliki tradisi perbudakan manusia, mengambil pampasan perang dan seterusnya.
Ade memahami Al Quran memuat banyak ayat yang bernada penuh kemarahan dan mengandung semangat peperangan. Sebagai contoh, Ade memuji apa yang dilakukan Paus Fransiskus dengan mencuci kaki pengungsi muslim di Italia. Tindakan Paus itu mencerminkan rasa persaudaraan antar umat manusia.
Ade juga menyinggung keriuhan kontroversi memilih pemimpin kafir di DKI disebabkan cara memandang Al Qur’an sebagai kitab hukum. Para penolak Ahok berkeras bahwa QS Al Maidah yang memerintahkan agar orang beriman tidak mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.
Ayat Al Qur’an tentang perang, membuat Ade berpandangan bahwa betapa bahayanya menganggap Al Quran berisikan perintah Allah yang harus kita patuhi sepanjang zaman, dimanapun kita berada.
Di akhir pidatonya, Ade menyimpulkan, umat islam di dunia akan terus tumbuh dengan percepatannya. Ade bertanya, “Apakah Islam akan membawa manfaat atau mudharat bagi dunia?”
“Saya percaya, Islam hanya akan bermanfaat bila Islam berhenti menjadi hukum. Sudah tidak saatnya lagi menegakkan syariat Islam. Sudah bukan pada tempatnya mendengar pertanyaan di acara mimbar agama islam, di antaranya pertanyaan seperti: ‘Apa hukumnya sorang muslim pindah agama?'”
Ade berseloroh, “Selama kita percaya dengan hukum Islam, ketika itu pula kita menjadi Islam terbelakang. Dalam pandangan saya, cara terbaik untuk melihat Islam adalah memandang Islam sebagai ideologi, sebagai ide. Sebagai kesatuan gagasan dan keyakinan ideal tentang bagaimana manusia berperan sebagai khalifah di dunia yang akan membawa rahmat bagi sekalian alam.”
Dengan yakin Ade berkeyakinan, “Al Qur’an dan Sunnan diturunkan hanya untuk di zaman Nabi. Hukum Islam hanyalah gagasan. karena itu yang harus dipelajari bukanlah hukumnya, melainkan gagasannya.” [Desastian/Islampos]
sumber: www.islampos.com
======================


================================================================
TERBUKTI: Modal 50rb, penghasilan sampai 6jt/bln. Segera daftar, info lebih lanjut 
================================================================
=================================
2 JAM DAPAT 2 JUTA, BACA LENGKAP2 
KLIK DISINI:
============================
 

Misteri Keberadaan 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Sekarang!.....

=====================================================================

TERBUKTI: Modal 50rb, penghasilan sampai 6jt/bln. Segera daftar, info lebih lanjut 
============================================================= 

Al-Quran dan Firman Allah telah menjelaskan secara gamblang bahwa Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan yang bertugas menyampaikan Wahyu Allah kepada seluruh umat manusia. Setiap era dan peradaban berlangsung, selalu ada sosok Nabi dan Rasul yang bertugas meluruskan penyimpangan yang dilakukan oleh umat manusia di masa itu.
Walaupun ditunjuk sebagai manusia pilihan, sebagaimana manusia pada umumnya, Nabi dan Rasul juga mengalami kematian dan sakaratul maut. Hampir semua Nabi dan Rasul yang diturunkan mengalami kematian. Namun, Al-Quran mencatat ada 4 Nabi dan Rasul yang hingga kini masih hidup. DI mana keberadaan mereka saat ini?
 
http://www.UangProfit.com/?id=subhanallah
 
1. Nabi Khidir Alaihissalam
Nabi Khidir Alaihissalam berada di kisaran abad ke-4 atau tepatnya hidup pada masa pemerintahan Raja Iskandar Dzul Qarnain pada tahun 322 SM (dikenal dalam sejarah dunia sebagai Raja Alexander The Great).
Walau tidak tercatat secara resmi dalam kisah 25 Nabi dan Rasul, namun Nabi Khidir dikenal dalam kisah perjalanan Nabi Musa A.S. Terkenal sebagai sosok yang cerdas dan penuh filosofi. Konon Nabi Khidir menyertai perjalanan Iskandar Zulkarnain mencari mata air keabadian. Kisah perjalanan Nabi Khidir ini dimuat dalam sebuah kitab karangan Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas.

“Bahwa Rasulullah SAW bersabda, ada seorang anak dari Sam bin Nuh AS telah meminum air kehidupan, lalu ia dapat hidup lama”. Maka pergilah Raja Zulkarnain bersama Nabi Khidir AS, untuk meminum air kehidupan. Namun yang berhasil meminumnya adalah Nabi khidir AS, sedangkan Raja Zulkarnain tidak berhasil menemui air kehidupan tersebut.” 
Hingga kini, keberadaan Nabi Khidir di muka bumi masih misterius.

2. Kisah Nabi Idris AS
Berbeda dengan Nabi Khidir, keberadaan Nabi Idris saat ini diketahui sudah berada di surga. Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang cerdas dan cekatan.
Bagaimana Nabi Idris bisa berada di surga saat ini? Awal kisah ini bermula ketika Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Nabi Idris. Ketika mendatangi Nabi Idris dan menyampaikan tujuannya, Nabi Idris pun setuju dengan syarat setelah dicabut nyawanya dia ingin dihidupkan kembali.
Allah SWT pun mengabulkan permohonannya ini lalu Nabi Idris dibawa ke akhirat oleh malaikat maut untuk melihat kondisi umat manusia yang ada di sana. Tiba-tiba Nabi Idris meminta izin kepada malaikat untuk mengambil sepatunya yang tertinggal di Surga. Malaikat pun mengizinkannya. Tiba di surga dan mengambil sepatunya, malaikat lantas mengajak Nabi Idris pulang namun Nabi Idris tidak ingin keluar dari Surga.
“Ya Idris, keluarlah!. Tidak, wahai Malaikat Maut, kerana Allah SWT telah berfirman bermaksud: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali-Imran: 185)

Sedangkan saya telah merasakan kematian. Dan Allah berfirman yang bermaksud:
“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi Neraka itu.” (Maryam: 71)

Dan saya pun telah mendatangi Neraka itu. Dan firman Allah lagi yang bermaksud:
“... Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya (Syurga).” (Al-Hijr: 48)

Maka Allah menurunkan wahyu kepada Malaikat Maut itu: “Biarkanlah dia, kerana Aku telah menetapkan di azali, bahawa ia akan bertempat tinggal di Syurga.”

Sejak saat itu, Nabi Idris pun tercatat sebagai salah satu Nabi yang hidup hingga kini di Surga.
www.income-syariah.com/?id=rithoo3. Kisah Nabi Ilyas Alaihissalam
Nabi Ilyas pun tercatat sebagai salah satu Nabi yang diberikan keistimewaan hidup hingga kini. Pada suatu masa, malaikat maut bermaksud datang kepada Nabi Ilyas untuk mencabut nyawanya. Namun Nabi Ilyas menangis kepada malaikat maut. Setelah ditanya alasannya, Nabi Ilyas mengaku bersedih meninggalkan dunia karena tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk berzikir kepada Allah.
Allah pun mendengar kesedihan Nabi Ilyas lalu menurunkan wahyu agar malaikat maut menunda pencabutan nyawa Nabi Ilyas. Hingga kini, Nabi Ilyas diduga masih hidup dan terus berzikir kepada Allah.
4. Kisah Nabi Isa Alaihissalam
Nabi Isa difirmankan dalam Injil dan Quran hingga kini adalah sosok nabi yang masih hidup. Dalam Islam, Nabi Isa diselamatkan dari penyaliban kaum Romawi dan Yahudi di Nazareth, sedangkan dalam agama Kristen diyakini bahwa Nabi Isa dibangkitkan kembali pasca peristiwa penyaliban.
SEMOGA BERMANFAAT.. SILAHKAN SHARE...!!!
================================================================
TERBUKTI: Modal 50rb, penghasilan sampai 6jt/bln. Segera daftar, info lebih lanjut 
================================================================
=================================
2 JAM DAPAT 2 JUTA, BACA LENGKAP2 
KLIK DISINI:
============================